Quota 4 tahun studi S1 dari Orang Tua udah mau habis



Hasil lobby-lobby, maksimal Desember tahun ini harus angkat kaki.
Yah, sebenarnya lobby-lobby itu hanya sebagai kabar agar orang tua tidak terlalu kaget dengan anak nya yang satu ini. "si anu, alah wisuda tu. Kok waang alun juo lai?"

Ayah dan Ibu memang tak mendesak harus wisuda cepat, namun dengan situasi yang memungkinkan maka saya harus bergerak cepat. Beberapa kawan yang sudah bekerjapun sempat bertanya "Kapan wisuda" Mungkin ini kode dari alam ya supaya saya segera menyegerakan tanggung jawab ini.
Hampir 4 tahun mengemban lebel Mahasiswa, ada satu hal yang tertanam dalam otak kecil saya.

"Kuliah membuat kita menjadi Kaum Terdidik, tapi tak menjamin hidup kita aman dihari esok, berupaya dan bertekat juang adalah suatu gelora yang harus terua dikobarkan".
Dihampir beberapa pertualangan ketika menjadi Mahasiswa ini, saya banyak mengenal banyak tipe-tipe orang dari latar belakang berbeda, dari kampus-kampus berbeda, dari Pulau Sumatera, Jawa Hingga Bali.

Beberapa hal yang membuat saya sempat menitikkan air mata yaitu "Uang Kuliah yang diluar ekspetasi saya" yang ketika itu cadangan tabungan pun gak ada. Dan beberapa hal yang dilalui bersama kawan-kawan seperjuangan yang membuat air mata itu turun dengan sendirinya.
Mungkin kesan nya lebay, 
Tapi itulah nyatanya.


Banyak cerita Senang mungkin banyak orang ketahui. Tapi tak semua orang tahu cerita pahit pilu yang menyayat hati.
Tersenyum dalam foto ini,
Untuk mereka yang sudah ada sampai detik ini.

(si anu, udah wisuda tu. Kok kamu belum juga lagi?)
Pertanyaan itu menjadi diskusi akhir-akhir ini. 

Diskusi awal pembuka, dimana saya meceritakan Visi Misi saya kedepan.


Padang, 10 Juni 2019
Dirat Mahadiraja,
Pejuang Toga September 2019 (mohon doa nya)

#diratmahadiraja

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.