Sabtu, 30 November 2019

7 Tahun Lalu Aku Siswa SMK dan Sekarang Kembali ke SMK


7 Tahun Lalu Aku Siswa SMK dan Sekarang Kembali ke SMK.

Melanjutkan cerita postingan aku sebelumnya, tentang proses yang sudah dan tengah aku lalui.

7 tahun bukan waktu yang singkat, banyak hal luar biasa yang aku jalani dengan suka cita. 
Pindah dari Jambi yang ketika itu baru tamat SMP, melanjutkan Sekolah di SMK (STM) yang mayoritas siswanya cowok semua. Itu semua hal yang amat beda dari hidupku sebelumnya.

Memulai lembaran baru, orang-orang baru, lingkungan baru. Semua itu mengubah hidupku. Menjadikan ku orang yang berbeda jauh dari 7 tahun lalu.

Aku, Dirat Mahadiraja yang ketika itu tidak ada apa-apanya. Namun kesempatan terbuka lebar ketika itu. Membuat aku mengambil peluang dan tidak menyiakan kesempatan emas itu.

Mulai dari lomba-lomba di kota Padang, hingga mewakili Sumatera Barat diajang Lomba Debat Siswa SMK Nasional 2013 di Yogyakarta dan Lomba Debat Siswa SMK Nasional 2014 di Malang.

Semua proses itu menjadi pengalaman berharga bagi diriku. Banyak hal yang aku lihat, aku amati, dan aku rasakan. 
Proses-proses yang menempa diri ku menjadi orang yg berbeda dihari ini.

Aku bersyukur, aku beruntung mendapatkan pengalaman dan kesempatan itu semua lebih dini ketimbang kawan-kawan sejawatku ketika itu.

Pengalaman yang amat berharga hingga kini. Yang selalu hidup dalam kenangan yang kelak beberapa puluh tahun lagi akan menjadi sejarah hidupku.

Terimakasih kepada setiap orang-orang yang selalu mendukungku, mendoakanku.
Kalian yang turut menyaksikan, adalah bagian dalam sejarah hidupku.

Padang, 30 November 2019

@diratmahadiraja
#diratmahadiraja
-
(foto di depan PLN Pesisir Selatan bersama kelas TDTL angkatan 2012, pojok kiri 2 orang itu dah jadi Polisi dan TNI)
Continue reading 7 Tahun Lalu Aku Siswa SMK dan Sekarang Kembali ke SMK

Jumat, 29 November 2019

Benar-benar Tak Terlintas Dipikiranku


Benar-benar Tak Terlintas Dipikiranku.

Aku berada pada posisi saat ini, bergelut dengan dunia yg dapat mengubah masa depan seseorang.
-
Banyak hal yg aku dapat dari proses ini, ada hikmah disetiap proses yang dilalui.
Sampai sekarang, aku selalu ikhtiar disetiap jalan yang Allah berikan. Tanpa memilih-milih proses dan jalan yg akan ditempuh.
-
Prinsipku, jika sudah ada di depan, pantang dielakkan.
Usaha sekuat tenaga, ikhtiar yg diiringi dengan doa.
Dan diprinsipku itu slalu terngiang,
"ini cara Allah memantaskan ku menjadi seseorang yg layak dimasa depan".
-
Akan menjadi apa aku esok, akan tanpak dari apa yg tengah aku kerjakan saat ini.

Padang, 29 November 2019

@diratmahadiraja 
#diratmahadiraja
#skripsi #penelitian
Continue reading Benar-benar Tak Terlintas Dipikiranku

Kamis, 14 November 2019

Pendidikan Anak Ala Buya Hamka


"Pendidikan Anak Ala Buya Hamka"

Buya Hamka menekankan perbedaan mendidik dengan mengajar. Pendidikan bertujuan membentuk watak pribadi. Kepandaian saja, tanpa terbentuknya budi pekerti yang baik, hanya akan menjadi racun, bukan obat.

Iman orang tua tidak boleh lemah, dan menjadi alasan menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada sekolah. Tidak bisa demikian, karena pendidikan di sekolah bertalian dengan pendidikan di rumah. 
Buya menyitir perkataan al Hakim al Musta'shimi tentang cara mendidik anak, "Jangan dibiarkan anak banyak tidur. Ajar dia lekas bangun. Banyak tidur menyebabkan dia pemalas, lamban, berat tegak, buntu otaknya, dan mati hatinya. Sebaiknya anak tak dibiasakan tidur di kasur tebal, biar di tikar tipis, supaya dia bergerak lincah, tidak suka bersenang-senang semata. Jaga anak supaya dia tidak berdusta. Hendaklah dia berkata benar, berani mengakui kalau telah berbuat salah, sedari kecil terbiasa bertanggung jawab atas perbuatannya.

Buya hamka mengamini pendidikan humanis. Beliau mengutip seorang pendidik yang mengkritisi pendidikan yang pro-kekerasan. "Saya heran memikirkan guru-guru yang terlalu bangga dan banyak memompakan cerita perang kepada murid-muridnya, hikayat orang-orang pemberani dan cara pembalasan dendam. Tapi mengapa dia kurang sekali mengajarkan pokok-pokok cinta kasih kepada sesama manusia, dan hasil yang didapat lantaran cinta kasih kepada sesama manusia itu. Padahal tak seorangpun juga yang sanggup hidup di dunia seorang diri, kalaupun ia menggenggam seluruh harta dunia." Rumah tangga adalah madrasah pertama dan utama. Rumah tangga merupakan pusat kehidupan. Air keturunan, yaitu didikan dan pergaulan ayah ibu si anak ketika kecil sangat menentukan tingkah laku anak. Pelajaran akhlaq terbaik yakni melalui keteladanan.

Sikap dan budi pekerti yang baik sangat penting dalam keluarga. Buya mengutip sabda Rasulullah SAW, "Yang sebaik-baik kamu adalah yang baik kepada istrinya. Siapa yang punya anak, hendaklah seperti anak-anak pula ketika sedang menghadapinya."
-
-
Sumber : Kompasiana

#diratmahadiraja
#anak #generasi #penerus #bangsa
#BuyaHamka #Hamka
#PendidikanIndonesia #MendidikAnak#like #followtofollow #liketolike
Continue reading Pendidikan Anak Ala Buya Hamka