Pendidikan Anak Ala Buya Hamka


"Pendidikan Anak Ala Buya Hamka"

Buya Hamka menekankan perbedaan mendidik dengan mengajar. Pendidikan bertujuan membentuk watak pribadi. Kepandaian saja, tanpa terbentuknya budi pekerti yang baik, hanya akan menjadi racun, bukan obat.

Iman orang tua tidak boleh lemah, dan menjadi alasan menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada sekolah. Tidak bisa demikian, karena pendidikan di sekolah bertalian dengan pendidikan di rumah. 
Buya menyitir perkataan al Hakim al Musta'shimi tentang cara mendidik anak, "Jangan dibiarkan anak banyak tidur. Ajar dia lekas bangun. Banyak tidur menyebabkan dia pemalas, lamban, berat tegak, buntu otaknya, dan mati hatinya. Sebaiknya anak tak dibiasakan tidur di kasur tebal, biar di tikar tipis, supaya dia bergerak lincah, tidak suka bersenang-senang semata. Jaga anak supaya dia tidak berdusta. Hendaklah dia berkata benar, berani mengakui kalau telah berbuat salah, sedari kecil terbiasa bertanggung jawab atas perbuatannya.

Buya hamka mengamini pendidikan humanis. Beliau mengutip seorang pendidik yang mengkritisi pendidikan yang pro-kekerasan. "Saya heran memikirkan guru-guru yang terlalu bangga dan banyak memompakan cerita perang kepada murid-muridnya, hikayat orang-orang pemberani dan cara pembalasan dendam. Tapi mengapa dia kurang sekali mengajarkan pokok-pokok cinta kasih kepada sesama manusia, dan hasil yang didapat lantaran cinta kasih kepada sesama manusia itu. Padahal tak seorangpun juga yang sanggup hidup di dunia seorang diri, kalaupun ia menggenggam seluruh harta dunia." Rumah tangga adalah madrasah pertama dan utama. Rumah tangga merupakan pusat kehidupan. Air keturunan, yaitu didikan dan pergaulan ayah ibu si anak ketika kecil sangat menentukan tingkah laku anak. Pelajaran akhlaq terbaik yakni melalui keteladanan.

Sikap dan budi pekerti yang baik sangat penting dalam keluarga. Buya mengutip sabda Rasulullah SAW, "Yang sebaik-baik kamu adalah yang baik kepada istrinya. Siapa yang punya anak, hendaklah seperti anak-anak pula ketika sedang menghadapinya."
-
-
Sumber : Kompasiana

#diratmahadiraja
#anak #generasi #penerus #bangsa
#BuyaHamka #Hamka
#PendidikanIndonesia #MendidikAnak#like #followtofollow #liketolike

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.